Doa Kerahiman Ilahi jam 3 sore merupakan tradisi spiritual dalam Gereja Katolik yang dihubungkan dengan jam kemurahan Tuhan. Pada pukul 3 sore, umat Katolik diundang untuk merenung dan berdoa, memohon kasih dan pengampunan Tuhan yang dinyatakan secara khusus dalam karya penebusan-Nya. Mari kita eksplorasi makna dan keutamaan doa ini.

Jam 3 sore diidentifikasi sebagai waktu khusus karena dianggap sebagai saat kematian Yesus Kristus di kayu salib. Tradisi ini berakar dalam keyakinan bahwa pada jam ini, darah dan air mengalir keluar dari dada terbuka Yesus, menandakan kekayaan rahmat dan pengampunan yang ditawarkan kepada seluruh umat manusia.

Doa Kerahiman Ilahi Jam 3 Sore

sumber : Bola

Doa Kerahiman Ilahi yang diucapkan pada pukul 3 sore menjadi simbol perenungan akan penderitaan Kristus dan kerahiman-Nya yang melimpah. Umat diajak untuk merenungkan kebesaran kasih dan pengampunan Tuhan di tengah-tengah kelemahan dan dosa-dosa manusia.

Ya Yesus,
Engkau telah wafat,
namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa,
Dan terbukalah lautan kerahiman bagi seluruh dunia,
O Sumber kehidupan, Kerahiman ilahi yang tak terselami,
Naungilah segenap dunia, dan curahkanlah diri-Mu pada kami.
O, Darah dan Air, yang telah memancar dari Hati Yesus,
sebagai Sumber Kerahiman bagi kami,
Engkaulah andalanku!

BACA JUGA : 10 Kata Ucapan Natal yang Indah dan Penuh Suka Cita

Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal, kasihanilah kami,
dan seluruh dunia ….. 3x

sumber : Sinode

Yesus, Raja Kerahiman Ilahi,
Engkaulah Andalanku.

Amin

(dapat dilanjutkan dengan Doa Koronka)

Selain itu, doa ini menitikberatkan pada kebutuhan akan kasih dan belas kasihan dalam hidup sehari-hari. Saat umat berdoa pada jam ini, mereka memohon kepada Tuhan untuk membimbing langkah-langkah mereka dan menyinari hati mereka dengan kasih-Nya yang tiada tara.

Doa Kerahiman Ilahi jam 3 sore bukan sekadar ritual, melainkan momen khusyuk yang mengingatkan umat Katolik akan pentingnya kasih dan pengampunan dalam perjalanan rohaniah mereka. Melalui doa ini, mereka diarahkan untuk hidup dalam kesadaran akan rahmat Tuhan yang selalu hadir, siap memberikan pengampunan dan kasih-Nya yang tiada tara.

BACA JUGA : Doa Salam Maria: Pilar Doa Katolik yang Mengangkat Jiwa