prabowo
Sebuah pemandangan yang cukup aneh terlihat mendekati digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, di mana ada salah satu kandidat calonnya yang berasal dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto melakukan penggalangan dana untuk dapat terus mengikuti pencapresan nanti.
Tentu saja, sebagai oposisi pemerintah sekarang ini, banyak pihak yang langsung memberikan reaksi dan komentarnya terhadap penggalangan dana yang dilakukan prabowo tersebut. 
Bahkan tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa sekarang ini Prabowo sedang dalam kondisi terpuruk dan bangkrut sampai-sampai tidak memiliki dana cukup untuk biayai kampanye sebagai calon presiden pada tahun 2019 mendatang.
Seiring dengan semakin banyaknya komentar miring dan negatif terkait penggalangan dana yang dilakukan oleh Prabowo itu, salah satu anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak sedang kehabisan dana, menurut Andre.
“Siapa bilang enggak ada uang,” ujar Andre tegas.
Bahkan Andre mengatakan bahwa harta kekayaan ketuanya itu masih cukup berlimpah jika hanya sekadar untuk digunakan sebagai dana kampanye saja. 
Terbukti bahwa di saat digelarnya Pemilihan Gubernur DKI Jakarta kemarin yang memenangkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menurut Andre, Prabowo dan kader lainnya turut memberikan donasi yang jumlahnya sangat besar.
“Pak Prabowo masih punya amunisi. Buktinya, Pak Prabowo masih mampu mendanai kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Hampir Rp 70 miliar itu kan Pak Prabowo dan kader lainnya donasi,” kata Andre lagi.
Hanya saja, menurut Andre, kenapa harus ada penggalangan dana itu karena semua kebutuhan sekarang ini semakin mahal dan donasi yang dikumpulkan tidak mencukupi. Terlebih lawan yang harus dihadapi adalah calon inkumben.
“Yang kami hadapi kan inkumben. Penguasa yang sumbernya banyak dan logistiknya banyak. Kalau kami kan ada batasnya,” lanjutnya.
Uniknya, ketika Andre mengatakan bahwa ide penggalangan dana tersebut dikarenakan donasi yang didapatkan tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus naik nilainya tersebut, justru Prabowo mengatakan hal berbeda.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengatakan bahwa selama ini kondisi ekonomi dan sistem politik di Tanah Air tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Dikarenakan hal itulah maka rakyat tidak dapat leluasa memilih calon pemimpin yang paling baik. 
Prabowo menambahkan bahwa selama ini banyak para calon, baik yang bertarung dalam pemilihan walikota, bupati, gubernur sampai dengan untuk menjadi anggota parlemen tidak mempunyai pendanaan yang berlimpah, oleh karenanya, rata-rata mencari sponsor berupa penyokong dana tambahan. 
Sayangnya, sekarang ini banyak penyandang dana tersebut justru bergerak berdasarkan unsur bisnis dan tidak bertindak nasionalis.
Oleh karenanya, agar benar-benar murni bergerak untuk kepentingan rakyat dan menunjukkan sisi patriotisme tinggi serta untuk mengubah sistem politik mahal yang biasa terjadi, maka menurut Prabowo, rakyat harus diikutsertakan untuk menggalang dana yang nantinya digunakan oleh calon pemimpin yang menurut mereka terbaik.
“Saya atas nama partai Gerindra datang kepada penyandang dana saya, yaitu saudara-saudara sekalian. Saya tidak mau datang ke penyadang dana yang di ujungnya saya tidak yakin akan kesetiaan mereka kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo dalam rekaman video yang diunggah dalam akun Facebook pribadinya.
Walaupun ada alasan khususnya dan sudah dijelaskan panjang lebar, tetap saja, bagi pihak-pihak yang tidak suka dengan Prabowo, justru menjadikan hal itu sebagai cara untuk menjatuhkan mantan Danjen Kopassus tersebut.